Pelaksanaan Pekerjaan Dilapangan

Pelaksanaan pekerjaan dilapangan sering menjadi suatu permasalahan yang kita temui dalam dunia pekerjaan teknik sipil dimana beberapa komponen dalam sebuah proyek membicarakan tentang biaya-biaya proyek konstruksi tersebut. Kita akan membahas tentang pelaksanaan pekerjaan dilapangan semestinya bagaimana.

Material merupakan komponen penting dalam suatu proyek konstruksi karena total biaya proyek sebagian besar merupakan biaya untuk pengadaan material. Oleh karena itu, di setiap proyek konstruksi diperlukan manajemen material yang baik. Manajemen material didefinisikan sebagai suatu sistem manajemen yang diperlukan untuk merencanakan dan mengendalikan mutu material, jumlah material, dan penempatan peralatan yang tepat waktu, harga yang baik dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

Manajemen material juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem dari aktivitas terpadu, dimana prosesnya dimulai sejak tahap pengadaan material sampai diolah menjadi suatu bahan yang siap pakai, dalam proyek konstruksi, manajemen material umumnya meliputi tahap pengadaan, penyimpanan, penanganan, dan pemakaian material.


Material yang digunakan dalam proyek ini harus memenuhi standar dan ketentuan yang tertulis dalam Spesifikasi Teknis yang merupakan bagian dari dokumen kontrak. Namun, dalam pemilihan merk dagang tidak ada ketentuan yang mengikat dari Konsultan Perencana maupun Konsultan Pengawas karena pemilihan material seluruhnya merupakan wewenang Kontraktor.

Pemilihan merk dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan harga yang bersaing serta harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Manajemen material juga pada umumnya mendahulukan material yang lebih dahulu datang untuk lebih dahulu digunakan untuk menghindari terlalu lamanya masa penyimpanan material.

Adapun material pokok yang digunakan seperti berikut:
  1. Baja Tulangan merupakan baja yang digunakan atau penulangan konstruksi beton yang dikenal sebagai beton bertulang.
  2. Beton merupakan campuran antara semen, agregat halus , agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan yang membentuk massa padat.
  3. Bekisting adalah material yang di gunakan untuk membentuk beton baik berukuran ataupun bentuk sesuai dengan yang direncanakan, sehingga bekisting harus mampu berfungsi sebagai struktur sementara yang mampu memikul berat sendiri maupun beton basah.
Inilah salah satu penjelasan tentang pelaksanaan pekerjaan dilapangan ,  mudah - mudah para teknik sipil melaksanakan pekerjaan dilapangan dengan setiap proyek yang ditangani menghasilkan hasil yang baik di dunia pekerjaan teknik sipil.

Posted by: Mas Civeng
Mas Civeng Updated at: Sunday, April 12, 2015

0 komentar:

Post a Comment