Perencanaan Struktur Baja Teknik Sipil

Perencanaan Struktur Baja Teknik Sipil, sebelum masuk ke materi untuk perencanaan struktur baja, ada baiknya kita mengetahui lebih dahulu apa pengertian dari perencanaan struktur. Perencanaan struktur merupakan perpaduan karya dan ilmu, yang menggabungkan intuitif seorang insinyur yang memang berpengalaman dalam kelakuan struktur dengan berbagai pengetahuan yang terkait mendalam tentang statika, dinamika mekanika, bahan dan analisa struktur untuk mendapatkan struktur yang ekonomis dan aman serta sesuai dengan tujuan yang direncanakan.

Pada umumnya perencanaan struktur merupakan suatu karya seni yang dalam menentukan ukuran serta letak elemen-elemen struktur. Pada zaman dahulu manusia membuat struktur sesuai dan selaras dengan alam sekitarnya. seperti balok dan pelengkung. Maka dengan pemahaman struktur - struktur lebih memahami prinsip kelakuan sifat dan bahan, makan prosedur perencanaan menjadi lebih akurat.


Perhitungan yang menggunakan prinsip-prinsip ilmiah harus menjadi pegangan dalam mengambil keputusan dan tidak diikuti begitu saja. Seni atau kemampuan intuitif seorang insinyur berpengalaman dimanfaatkan untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil perhitungan.

Prinsip-prinsip Perencanaan Perencanaan adalah suatu proses untuk menghasilkan penyelesaian optimum. Dalam suatu perencanaan, harus ditetapkan kriteria untuk menilai tercapai atau tidaknya penyelesaian optimum. Kriteria yang umum untuk perencanaan struktur bisa berupa:

a). Biaya minimum.
b). Berat minimum.
c). Waktu konstruksi yang minimum.
d). Tenaga kerja minimum.
e). Biaya produksi minimum bagi si pemilik gedung.
f). Effisiensi operasi maksimum bagi si pemilik.

Biasanya ada beberapa kriteria yang terlibat, yang masing-masing harus dibanding- kan. Dengan melihat kriteria di atas, jelaslah bahwa penetapan kriteria yang bisa diukur (seperti berat dan biaya) untuk mencapai perencanaan optimum seringkali sukar, dan kadang- kadang tidak mungkin. Dalam praktek umumnya penilaian harus kualitatif.

Jika kriteria obyektif tertentu dapat dinyatakan secara matematis, maka teknik optimisasi bisa diterapkan untuk mendapatkan fungsi obyektif maksimum atau minimum. Kriteria berat minimum ditekankan pada seluruh pembahasan, dengan anggapan umum bahwa bahan yang minimum menghasilkan biaya minimum.

Posted by: Mas Civeng
Mas Civeng Updated at: Monday, April 13, 2015