Density Test (Pemerikasaan Berat Isi)

Density test / pemeriksaan berat isi, percobaan ini akan dijumpai oleh mahasiswa teknik sipil di laboratorium mekanika tanah, yang dimana mahasiswa harus mengetahui maksud dan tujaun percobaan ini.Dibaawah ini kita akan membahas tentang tujuan dan peralatan yang akan digunakan ketika kita melakukan pemeriksaan berat isi.

Tujuan
Tujuan Test ini dimaksudkan untuk mengetahui berat isi, angka pori , derajat kejenuhan suatu sampel tanah.

Peralatan
1. Ring Berat Isi
2. Jangka Sorong
3. Timbangan
4. Oven
5. Desikator
6. Pan

Disamping itu mahasiswa juga harus mengetahui pengertian dan jenis tanah , karena dalam percobaan praktikum mekanika tanah, kita banyak mempelajari yang namanya tanah semua tanah yang berhubungan dengan percobaan mekanika tanah setidaknya kita mengetahuinya.


Tanah adalah campuran butiran mineral tanah berbentuk tidak teratur dari berbagai ukuran yang mengandung pori-pori di antaranya. Pori-pori ini dapat berisi air jika tanah jenuh, air dan udara jika jenuh sebagian, dan udara saja jika keadaan kering.

Butiran itu merupakan hasil pelapukan batuan secara mekanik dan kimiawi, yang dikenal sebagai kerikil, pasir, lanau, dan lempung. Tanah kohesif adalah material berbutir halus yang terdiri atas lanau, lempung, yang mengandung atau tidak material organik.

Kuat geser tanah ini berkisar dari rendah sampai tinggi jika dalam kondisi tidak terkekang. Pada umumnya tanah kohesif relatif lebih kedap dibandingkan tanah nonkohesif. Bahan lanau kadang-kadang mempunyai unsur pengikat antara butiran, seperti garam pelarut atau agregat lempung, yang dapat menyebabkan penurunan jika terjadi pembasahan zat pelarut.

Tanah non kohesif adalah material butiran atau berbutir kasar dengan ukuran butiran terlihat secara visual dan mempunyai kohesi atau adhesi antara butiran. Tanah ini mempunyai kuat geser kecil atau tidak ada sama sekali jika keadaan kering dan tanah tidak terkekang, dan kohesinya kecil atau tidak ada sama sekali jika keadaan terendam.

Adhesi semu (apparent) antara butiran dalam tanah nonkohesif dapat terjadi akibat gaya tarik kapiler dalam air pori. Tanah nonkohesif biasanya relatif bebas berdrainase dibandingkan dengan tanah kohesif.

Posted by: Mas Civeng
Mas Civeng Updated at: Tuesday, May 12, 2015