Pengalaman Kerja Sebagai Drafter

Pengalaman kerja sebagai drafter, pengambar, hasil karya shop drawing , sedikit berbagi pengalaman sebagai drafter saya alami saat masih mahasiswa , dulunya saya belum mengerti apa itu tugas pokok dari pada seorang drafter.

Di teknik sipil dan arsitek pasti sudah mengenal dan sudah mengetahui yang namanya drafter , yaitu menggambar atau merencanakan gambar kerja dengan menggunakan aplikasi teknik sipil dan arsitektur sehingga gambar bisa dipergunakan untuk pelaksanaan proyek dilapangan.

Saya seorang mahasiswa teknik sipil , dan masih berstatus mahasiswa yang lagi menyelesaikan tugas akhir, ketika itu saya menerima tawaran dari suatu perusahaan kontraktor yang mau menggunakan  jasa saya sebagai penggambar sebuah jembatan.

Wah kalau lagi mahasiswa ada pekerjaan seperti ini sangat bagus selain pengalaman bertambah di dunia kerja tenik sipil , uang saku juga bertambah dan bisa sedikit membantu orangtua, awalnya saya masih ragu menerima pekerjaan ini, namun karena waktu luang saya juga banyak dan tinggal tugas akhir saja , saya menerima pekerjaan ini.
Saya mengambar sebuah jembatan dan oprit yang akan direncanakan pada proyek yang di menangkan perusahaan yang menerima saya dari kemerntrian pekerjaan umum dan perumahan rakya. Saya senang melakukan pekerjaan ini.

Yang paling penting saya ketahui hanyalah bisa membaca gambar dan bisa merencanakan kembali yang sudah direncanakan oleh perencana dari pekerjaan umum, untuk menyelesaikan ini perlu menguasai software teknik gambar, karena itu yang akan dipergunakan sebagai hasil gambar dan dipakai saat pelaksaanaan proyek.

Bisa di bilang drafter tak harus turun kelapangan untuk melihat situasi keadaan lapangan bagaimana, wah kok bisa, ya itu lah yang saya alami  saya hanya menerima data , atau hasil pengukuran yang dilakukan oleh perusahaan yang menerima saya. 

Dengan hasil pengukuran mereka maka saya menggambar rencana kerja apa yang akan dilaksanakan di lapangan , sedikit kelebihan seorang drafter bisa bekerja di rumah tak harus turun kelapangan, asalkan bisa membaca gambar dan merencanakan gambar kerja yang akan dipergunakan nantinya.

Tapi hasil pekerjaan ini harus memiliki persetujuan dari pihak perusahaan dan pihak kementerian pekerjaan umum tadi, pada saat merencanakan gambar tentunya saya harus koordinasi dulu dengan pimpinan perusahaan layaknya bagaimana rencana gambar yang akan di gambar.

Setelah pihak perusahaan menyetujui rencana gambar , maka mulailah saya menggambar dari awal sampai akhir pekerjaan, lalu apakah kementrian pekerjaan umum akan menyetujui gambar saya tadi, tentu belum revisi gambar pasti ada gambar rencana kerja yang saya rencanakan akan diperikasa dulu oleh pekerjaan umum.

Ada beberapa bagian gambar yang harus direvisi kembali , dan harus sesuai dengan permintaan owner atau pekerjaan umum tersebut, jadi saat revisi gambar saya memperhatikan semua gambar - gambar kerja yang saya rencanakan dengan pihak kontraktor supaya benar - benar tidak kesalahan sehingga kementrian pekerjaan umum menyetujui gambar tersebut.

Seorang drafter tak boleh cengeng hehe, artinya siap menerima saran dan kritik dari owner nya sehingga adanya kerja sama yang baik dengan kedua belah pihak, kenapa saya bilang begitu, kalau permintaan owner tidak kita penuhi dengan baik, bisa - bisa hasil rencana gambar kita tak bisa dipergunakan di lapangan, dan mereka memilih untuk mengganti drafter yang lain.

Jadi perlu profesional kerja , ini sangat dibutuhkan pada setiap perusahaan manapun, bisa bekerja sama dengan team , mampu berada di bawah tekanan, mungkin mahasiswa teknik sipil dan arsitektur sudah mengetahui hal ini. 

Setelah gambar disetujui oleh owner, tentunya gambar kerja yang sudah saya gambar akan dipakai di lapangan sebagai panduan gambar kerja atau shop drawing. Jembatan dan oprit yang saya gambar akhirnya selesai kurang lebih 1 bulan, memang pada gambar kerja ini sangat banyak sampai detail - detail nya juga saya gambar.

Saya bilang selagi mahasiwa bisa saja kita menyumbangkan keahlian kita kepada perusahaan yang membutuhkan kita , pengalaman bertambah, uang saku lumayan, hehe, intinya bekerja bukanlah sebuah keharusan tapi bekerja adalah tantangan untuk hidup dalam dunia nyata.

Inilah sedikit cerita saya ketika saya bekerja sebagai drafter di perusahaan, mudah - mudahan dengan berbagi pengalaman saya dan anda yang sedang membaca termotivasi dengan baik , salam teknik sipil indonesia.

Posted by: Mas Civeng
Mas Civeng Updated at: Tuesday, September 01, 2015