Perencanaan Geometrik Jalan Raya Alinyemen Horisontal

Dasar perencanaan alinyemen horisontal, sebelumnya kita harus tahu apa yang dimaksud dengan alinyemen horisontal, dan apa - apa saja yang perlu sebagai dasar pada materi alinyemen horisontal sebagai perencanaan geometrik jalan raya, yaitu gaya sentrifugal, gaya gesekan melintang, landai relatif, lengkung peralihan,diagram, superelevasi, nilai - nilai batasan perencanaan.

Defenisi Alinyemen Horisontal
Pengertian Alinyemen Horisontal merupakan suatu proyeksi sumbu jalan pada bidang horisontal maupun proyeksi horisontal sumbu jalan tegak lurus bidang horisontal. Alinyemen horisontal juga merupakan trase jalan yang terdiri dari garis lurus da garis lengkung. Pada garis lengking yang ditempatkan antara 2 garis untuk mendapatkan perubahan jurusan yang bertahap.


Untuk perencanaan lengkung yang biasanya disebut dengan tikungan, perlu juga kita ketahui hubungan dengan design speed - lengkung dan hubungan keduanya dengan superelevasi, yang diturunkan dari rumus - rummus mekanika, dengan batasan - batasan praktis dan faktor - faktor yang ditentukan secara empiris.

Gaya - Gaya Pada Tikungan
Perlu kita ketahui pada saat kenderaan melintasi tikungan horisontl, akan terjadi gaya - gaya lalu gaya apa saja yang akan terjadi pada tikungan? 

a. Gaya Sentrifugal 
Gaya setrifugal merupakan kenderaan yang bergerak dengan kecepatan  V pada bidang datar/miring pada lintasan lengkungan seperti lingkaran, maka akan bekerja gaya dengan kecepatan V dan gaya sentrifugal F.

Rumus :
Gaya sentrifugal F = m . a
Dimana:
m = massa = G/g = berat kendaraan / gravitasi
a = percepatan sentrifugal

b. Gaya Gesekan Melintang (Fs)
Gaya gesekan melintang meupakan gesekan yang timbul ataran roda dengan permukaan jalan dalam arah melintang jalan yang berfungsi untuk mengimbangi gaya sentrifugal. Dalam menentukan koefisien gesekan melintang maksimum yang akan dipergunakan yaitu dimana gaya sentrifugal mengakibatkan kenderaan yang dikendarai tidak keadaan stabil sehingga kecepatan tidak bisa ditambah.

Pegertian Derajat Lengkung (D)
Derajat lengkung merupakan sudut lengkung/pusat yang terjadi dengan busur 100 ft atau 25 m, derajat lengkung maksimum atau jarijari minimum merupakan suatu harga batas suatu kecepatan rencana, yang ditentukan dari superelevasi maksimum dan koefisien gesek maksimum.

Superelevasi (e)
Merupakan kemiringan melintang jalan pada lengkung horisontal yang bertujuan memperoleh komponen berat kenderaan. Semakin besar superelevasi semakin besar komponen berat kenderaan yang diperoleh.

Landai Relatif
Merupakan besar kelandaian akibat perbedaan elevasi tepi perkerasan sebelah luar sepanjang lengkung peralihan. Perbedaan elevasi dalam hal ini hanya berdasarkan perubahan bentuk penampang melntang jalan belum gabungan dengan akibat kelandaian  vertikal.

Lengkung Peralihan
Ada beberapa keuntungan lengkung peralihan yaitu , Pengemudi mudah mengikuti jalur yang disediakan tanpa melintasi yang lain yang berdampingan, Perubahan dari lereng jalan nominal ke kemiringan sebesar superelevasi secara berangsur - angsur sesuai gaya sentrifugal yang terjadi.

Inilah sedikit pengetahuan tentang perencanaan geometrik jalan raa alinyemen , ilmu teknik sipil indonesia. mudah - mudahan bermanfaat sebagai tambahan saran demi membangun artikel anda dapa memberikan komentar pada kotak komentar dibawah salam sipil.

Posted by: Mas Civeng
Mas Civeng Updated at: Wednesday, March 02, 2016

0 komentar:

Post a Comment