Orang Pintar Belum Tentu Memiliki Pekerjaan Yang Bagus

Orang pintar yang memiliki nilai baik dalam pendidikan bisa dikatakan mampu mengikuti segala hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan pendidikan, orang yang pintar cenderung orang yang rajin dan tanpa mengenal malas - malasan dan biasanya menghabiskan waktu dengan belajar dan belajar.

Cerdas dan pintar memang sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan , tapi dunia pekerjaan masih mempunyai pilihan pintar bukan hanya di pendidikan saja melainkan mampu melaksanakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pada setiap orang.

Banyak orang yang cerdas tetapi tidak mampu menempatkan diri pada suatu pekerjaan, mereka hanya mengandalkan kecerdasan yang memiliki tanpa memberikan pendekatan diri untuk mengenal lebih jauh bagaimana pekerjaan tersebut dapat di laksanakan.

Ketika ada suatu pekerjaan yang ditawarkan , pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana gaji setelah bekerja, bagaimana sistem pekerjaan, apakah pekerjaan tersebut terlalu berat untuknya, memang hal ini wajar timbul dalam pikiran sebagai penerima atau pelamar pekerjaan, namun yang paling fatal adalah ketika timbul pemikiran kapan saya naik jabatan pada perusahaan yang memberikan pekerjaan.

Banyak orang yang mengalami hal yang buruk seperti ini, sudah mempunyai pekerjaan pada suatu perusahaan tetapi tidak merasa puas dengan apa yang didapatkan pada perusahaan tersebut misalnya adalah masalah pendapatan, mereka lebih memilih keluar dari perusahaan tempat mereka bekerja dan mencari pekerjaan memiliki gaji yang lebih tinggi pada perusahaan lainnya.

Ini sering terjadi pada pencari pekerja yang masih baru lulus, dan masih awal untuk mengenal suatu pekerjaan, ketika mereka memiliki pekerjaan mereka tidak merasa puas dengan pekerjaan yang mereka miliki, dan ingin berganti pada pekerjaan lain.

Bagaimana Dengan Orang Pintar Yang Belum Tentu Memiliki Pekerjaan Yang Bagus?

Kalimat diatas bisa menjadi suatu pembelajar bagi orang yang hanya pintar dalam dunia pendidikan tetapi tidak bisa menerapkan nya pada dunia pekerjaan. Ada beberapa faktor yang membuat orang pintar tidak memiliki pekerjaan yang bagus.

Egois Tinggi
Manusia diciptakan mempunyai akal dan pikiran yang sehat, begitu juga dengan hati yang berbeda - beda, Orang yang pintar banyak gagal dalam masalah ini ketika melamar suatu pekerjaan, bagaimana bisa diterima kerja kalau memiliki kepedulian hanya untuk kepentingan sendiri, sementara setiap pekerjaan dalam suatu perusahaan membutuhkan orang yang bisa bekerja sama dengan team.

Merasa Mampu
Walaupun pintar dalam dunia pendidikan , belum tentu mampu mengaplikasikan nya ke dalam dunia pekerjaan, Dunia pekerjaan tidak membutuhkan orang yang merasa mampu menyelesaikan pekerjaan tetapi tidak bisa mempertanggungjawabkan nya pada pekerjaan. Kata merasa mampu disini dalam artiannya adalah jangan pernah mengucapkan kata mampu kalau tidak dapat melaksanakannya, kata - kata ini sering di ucapkan orang yang pintar pendidikan yang merasa mampu melakukan hal apa saja dalam bekerja.

Pilih - Pilih Posisi
Memilih posisi terbaik dalam suatu pekerjaan adalah salah satu keinginan setiap orang, dan dalam hal memilih posisi bisa menjadi suatu kegagalan, hal ini juga bisa terjadi ketika memilih posisi yang lebih tinggi sementara posisi tersebut belum sesuai.

Tidak Dapat Bersosialisai
Pintar belajar - Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Bagus, tapi tidak dapat bersosialisasi dengan baik ini akan berdampak buruk, bahkan pekerjaan yang dimiliki bisa menghilang, sosialisasi sangat penting dalam dunia pekerjaan tergantung bagaimana menerapkannya.

Sebagian orang yang pintar kehilangan pekerjaan mereka ketika masih memiliki sikap seperti diatas, pekerjaan mereka bisa menjadi pekerjaan orang yang tidak begitu pintar tapi tidak memiliki sikap - sikap diatas.

Perusahaan tidak membutuhkan orang yang pintar dan cerdas yang memiliki sikap egois, merasa mampu, pilih - pilih, dan tidak dapat bersosialisasi dan lain sebagainya, bagaimana meningkatkan pekerjaan pada perusahaan tersebut itulah yang di inginkan.

Posted by: Mas Civeng
Mas Civeng Updated at: Monday, April 18, 2016

0 komentar:

Post a Comment