Sejarah Semen dan Beton Bertulang Indonesia

- Maret 17, 2021

Kita sering mempertanyakan bagaimana manusia membangun atau mendirikan bangunan kokoh dan bersejarah seperti Piramida Mesir, Candi Borobudur, hingga Tembok Raksasa Cina? Apakah jaman sebelum masehi dahulu sudah ditemukan bahan campuran perekat beton seperti semen?

Disebutkan dari berbagai situs resmi dan terpercaya bahwa tidak satupun bangunan diatas menggunakan teknologi bahan perekat modern seperti semen atau aspal, lalu kita pertanyakan kembali bagaimana leluhur manusia menemukan cara mendirikan bangunan kokoh tanpa bahan perekat atau semen? Berikut adalah jawaban penulis:

Teknik Batu Tersusun

Teknik Batu Tersusun (Tanpa Perekat) adalah menyusun batu yang sudah dibentuk terlebih dahulu untuk kemudian dipasangkan dan disusun sesuai pola yang saling terkait, beberapa bangunan bersejarah yang menggunankan teknik ini adalah seperti Piramida Giza di Mesir, dan Candi Borobudur di Indonesia. Teknik penyusunan ini mirip seperti permainan susun Lego. Menurut kami kelemahan dari menggunakan teknik ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membangun terlalu banyak, dikarenakan batu yang akan disusun harus saling terkait satu sama lain ditambah proses memahat dalam pembentukan batu.

Campuran Batu Kapur

Campuran Batu Kapur atau Batu gamping adalah teknologi perekat pertama yang ditemukan manusia untuk mendirikan bangunan, beberapa sumber menyebutkan Batu Kapur yang telah dipecahkan menjadi serbuk kecil kemudian dicampurkan dengan air laut, campuran kedua bahan tersebut dipercaya dapat merekatkan material bangunan lain, yang kemudian inilah cikal bakal penemuan Semen. teknik ini banyak dilihat dari peninggalan sejarah di wilayah Eropa seperti Romawi kuno dan Yunani Kuno.

Campuran Putih Telur

Salah satu bangunan bersejarah yang menggunakan teknik ini ditemukan ada di Indonesia, yaitu Masjid Raya Sultan, Provinsi Riau.

Campuran Semen (Era Modern)

Ilmuwan asal Britania Raya bernama Joseph Aspdin berhasil menemukan bahan perekat paling banyak dipakai hingga sekarang. Batu Kapur atau Batu Gamping yang telah dipecahkan menjadi serbuk kecil dicampur dengan serbuk tanah liat, kemudian campuran bahan tersebut dibakar dalam wadah sampai kandungan zat karbondioksida dihilangkan. Dan dia menyebutnya semen portland dinamai sesuai dengan batu bangunan berkualitas tinggi yang digali di Portland, Inggris.

Perhatian!!! Komentar berupa Link Aktif Tidak Akan Di Publikasikan , Komentar Berlaku Untuk Saran dan Kritik Sebagai Kemajuan Situs. Silahkan Hub. Admin Untuk Beriklan

 

Start typing and press Enter to search